Bertanya atau Menjawab

Jelang UTS ini silahkan mengajukan pertanyaan. pada komentar disini. teman yang lain silahkan menjawabnya. pertanyaan yg dinilai adalah yang membutuhkan penjelasan bukan sekedar sebutkan.

jawaban dengan disertai pustaka akan mendapatkan nilai tambah

selamat berdiskusi

Iklan

Tentang ptp2007

Nur Hidayat dosen di TIP, sebagai ketua Lab Bioindustri. Dalam organisasi profesi sebagai ketua IV PATPI Pusat dan sie Penerapan Teknologi PERMI Pusat. Penulis sejumlah Buku Teknologi Pangan.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag , , . Tandai permalink.

56 Balasan ke Bertanya atau Menjawab

  1. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan jamur pada makanan?

    • ptp2007 berkata:

      Cahaya
      Cahaya sangat dibutuhkan oleh organism dalam kehidupannya. Dalam menggunakan sumber cahaya organism melakukan penyesuaian sehingga ada yg hidup pada keadaan cahaya adapula yang hidup di tempat gelap. Daya tanggap terhadap cahaya merupakan antisipasi bagi pertumbuhan organism pada kondisi yang tidak sesuai atau untuk proses tertentu, misalnya produksi dan diseminasi konidia. Umumnya penelitian pengaruh cahaya terhadap jamur ditekankan pada adanya induksi atau penghambatan pada perkembangan seksual dan konidiasi, hiperpolarisasi membrane sel, laju konsumsi oksigen, pemecahan glikogen dan sebagainya. Bagi jamur cahaya sebagai sumber informasi namun bukan sumber energy. (Doris Tisch & Monika Schmoll. Light regulation of metabolic pathways in fungi. Appl Microbiol Biotechnol (2010) 85:1259–1277)

  2. DIMAS REDITYA LAKSMANA PUTRA (125100318113010) berkata:

    Mengapa khamir termasuk dalam chemoorganotroph?

    Nama: Dimas Reditya L. P
    Nim: 125100318113010
    TIP – UB Kampus IV Kediri

    • Dian Fatmawati berkata:

      Chemolithotroph adalah organisme yang menggunakan bahan anorganik sebagai
      sumber energinya. bakteri Banyak chemolithotrophs,karena mereka baik menggunakan
      hidrogen, nitrogen, besi, atau belerang sebagai sumber energi milik mereka.Khamir termasuk dalam chemoorganothrop karena menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Dimana sebagian besar karbon yang didapat oleh khamir dari gula heksosa seperti glukosa dan fruktosa, atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa akan dirombak dan dioksidasi. Beberapa spesies Khamir dapat memetabolisme gula pentosa seperti ribosa,alkohol, dan asam organik(Dwidjoseputro, Prof. DR. D, 2005.Dasar–Dasar Mikrobiologi.Djambatan: Jakarta.)

  3. Sriutami Iksan berkata:

    Sriutami.iksan/115101007111006/kelas C

    Sepengetahuan saya :
    Khamir termasuk chemoorganotroph dikarenakandalam pembentukannya menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Sebagian besar karbon didapat dari gula heksosa seperti glukosa dan fruktosa, atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa. Beberapa spesies dapat memetabolisme gula pentosa seperti ribosa, alkohol, dan asam organik. Spesies khamir ada yang membutuhkan oksigen untuk respirasi seluler aerobik (aerob obligat) atau anaerobik, namun juga dapat menghasilkan energi secara aerobik (anaerob fakultatif). berbeda dengan bakteri. Khamir tumbuh dengan baik pada lingkungan pH netral atau sedikit asam. Suhu optimal pertumbuhan khamir bervariasi antar spesies .
    Biasanya mikroba chemmoorganotroph) dibantu pertumbuhannya oleh substrat organik yang mudah teroksidasi dan menggunakan energi cahaya untuk mengasimilasi karbondioksida atau senyawa organik (photoorganotroph).
    sumber : http://eprints.undip.ac.id/25193/1/rintis.pdf

  4. Jika dalam skala industri bagaimana penanganan mikroorganismenya?
    aldi nazar
    125100300111013
    kelas N

    • Anjatra Atmajaya berkata:

      Nama : Anjatra Atmajaya, NIM : 125100318113015, Kelas TIP Kediri
      Industri mikrobiologi umumnya berkaitan dengan eksploitasi komersial dari mikroorganisme, melibatkan proses dan produk yang utama dari segi ekonomi, lingkungan, dan kepentingan sosial di seluruh dunia. Ada dua aspek kunci dari industri mikrobiologi, yang pertama berkaitan dengan produksi produk mikrobia yang bernilai melalui proses fermentasi. Hal ini termasuk makanan dan minuman tradisional yang difermentasi, seperti roti, bir, keju, dan anggur yang telah diproduksi lebih dari seratus tahun belakangan ini. Mikroorganisme secara lanjut digunakan dalam banyak produksi bahan baku kimia, sumber energi, enzim, bahan makanan dan obat-obatan. Aspek kedua adalah peran mikroorganisme dalam memberikan pelayanan, khususnya untuk pengolahan limbah dan pengendalian pencemaran, yang memanfaatkan kemampuan mereka untuk menurunkan hampir semua penyebab pencemaran dari proses alami maupun buatan manusia. Namun, selama material-material penyebab pencemaran tersebut masih dapat digunakan, maka kegiatan seperti itu harus dikendalikan, supaya tidak menyebabkan kerugian ekonomi (konsekuen biodeteriorasi).

      Industri Mikroorganisme
      Mikroorganisme digunakan secara ekstensif untuk memberikan produk dan jasa dalam jumlah besar. Mereka telah terbukti sangat berguna karena kemudahan dari massa budi dayanya, kecepatan pertumbuhannya, penggunaan substrat yang relatif murah (di berbagai kasus pengolahan limbah) dan keragaman produk potensial. Kemampuan mereka untuk siap menjalani manipulasi genetik juga telah membuka kemungkinan produk baru dan jasa dalam industri fermentasi yang hampir tidak terbatas.
      Bioteknologi mikroorganisme dapat dipisahkan menjadi dua fase yang berbeda:
      1. Teknologi mikroorganisme tradisional, yang melibatkan pembuatan produk berskala besar oleh mikroorganisme yang secara normal juga dapat dihasilkan (menghasilkan produk barang dan mikroorganisme sekaligus). Dalam proses bioteknologi ini, ahli mikrobiologi pada awalnya memodifikasi organisme atau proses sehingga produk yang diharapkan dapat diperoleh dalam jumlah yang banyak.
      2. Teknologi mikroorganisme dengan rekayasa genetika, yang melibatkan penggunaan mikroorganisme yang sudah diberi sisipan gen asing. Dalam bioteknologi baru ini, ahli mikrobiologi industri bekerja secara teliti dengan rekayasa genetika dalam mengembangkan mikroorganisme yang sesuai yang bukan hanya menghasilkan produk yang menarik tetapi juga dapat dibiakkan dalam skala besar yang dibutuhkan secara komersial.
      sumber : http://karuniacahayafajar.blogspot.com/2012/11/industri-mikroorganisme.html

  5. ANDERLA PUSPITASARI – 115100700111012
    KELAS I (SKA)

    Khamir adalah mikroorganisme eukariot yang diklasifikasikan dalam kingdom Fungi. Khamir juga termasuk dalam chemoorganotroph karena menggunakan senyawa organik sebagai sumber energinya dan pada khamir tidak membutuhkan cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Sebagian besar karbon didapat dari gula heksosa seperti glukosa dan fruktosa atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa.

    sumber : http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=KHAMIR%20MENGGUNAKAN%20SENYAWA%20ORGANIK%20PDF&source=web&cd=3&cad=rja&ved=0CD8QFjAC&url=http%3A%2F%2Frepository.usu.ac.id%2Fbitstream%2F123456789%2F25748%2F4%2FChapter%2520II.pdf&ei=rnpmUtKxC42JrgeAxYFg&usg=AFQjCNGFr89_qxAUBhZHXCoboQTdDMM31w&sig2=OLs3ToqrqfJrutMOuR7gWA&bvm=bv.55123115,d.bmk

  6. FALTA UMI ROSYIDAH/125100301111006 berkata:

    Khamir termasuk chemoorganotroph karena khamir menggunakan senyawa organik sebagai sumber energi dan tidak membutuhkan cahaya matahari untuk pertumbuhannya. Sebagian besar energi yaitu karbon didapat dari gula heksosa seperti glukosa dan fruktosa, atau disakarida seperti sukrosa dan maltosa, bahkan Beberapa spesies dapat memetabolisme gula pentosa seperti ribosa, alkohol, dan asam organik.
    REFERENSI: http://id.scribd.com/doc/57622107/Fungi

  7. FALTA UMI ROSYIDAH/125100301111006 berkata:

    Falta Umi Rosyidah/125100301111006/Kelas P

    Jelaskan dari sudut pandang mana/pertimbangan apa saja untuk menentuka suatu prose bioeteknologi yang melibatkan mikroorganisme akan cocok menggunakan bakteri atau yeast atau kapang (jamur)? (TIP MALANG)

  8. NAILAH RAHMAH berkata:

    NAILAH RAHMAH/125100318113013/TIP-UB KAMPUS IV KEDIRI
    apakah ada mikroba yang menguntungkan sekaligus merigukan? jika ada, bagaimana cara mikroba tersebut dapat bekerja ganda? serta berikan contohnya.

    • ptp2007 berkata:

      mikroorganisme tidak menguntungkan atau merugikan karena mereka menggunakan nutrisi untuk hidupnya. Sebagai contoh Acetobacter aceti merugikan bagi perusahaan wine karena merusak alkohol namun dibutuhkan untuk produksi asam asetat

  9. aisah normalasari berkata:

    Aisah Normalasari
    115100301111047
    bioindustri kelas L
    apa pengaruh frekuensi suara terhadap kecepatan aktivitas dan pertumbuhan bakteri Pseudomonas dalam mendegradasikan plastik?

  10. Anjatra Atmajaya berkata:

    Nama : Anjatra Atmajaya, NIM : 125100318113015, Kelas TIP Kediri

    Sebutkan mikroorganisme apa saja yang dapat mengatasi masalah Limbah dan mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan untuk pertambangan ? (sebut mikroorganismenya dan pemanfaatannya)

    • MIKROORGANISME YANG DAPAT MENGATASI MASALAH LIMBAH :
      1. Bakteri dari kelompok Coryneform dan Arthrobacter sp
      Digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung PCP (parachlorophenol) dengan metode bioaugmentasi. Bioaugmentasi adalah penambahan suplemen mikroorganisme teraklimatisasi yang dapat menghasilkan kinerja pengolahan limbah yang lebih baik. PCP secara alami mampu mnghambat pertumbuhan mikroorganisme indigenous (bakteri yang telah ada dalam limbah) kecuali pada bakteri yang telah teraklimatisasi tersebut maka pertumbuhan bakteri indigenous menjadi lebih baik sehingga proses dekomposisi limbah secara alami lebih baik. Agar kinerja sistem bioaugmentasi ini lebih baik perlu ditambahkan sumber karbon tambahan.

      2. Alcaligens faecalis, Bacillus lichemiformis, Pseudomonas denitrifikasi, Pseudomonas stutzeri, micrococcus denitrificans dan Thiobacillus denitrificans.
      Bakteri-bakteri ini digunakan untuk mengubah nitrat menjadi nitrogen bebas yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Denitrifikasi ini dapat terjadi dalam filter pasir aliran ke atas (moving bed upflow sand filter) maupun filter pasir ke bawah (moving bed down flow sand filter). Penambahan etanol sebagai sumber karbon tambahan sebanyak 3,3 – 3,5g CH3OH/g NO3-Neq dengan hydraulic loading rate sebesar 10 m/jam serta sand turnover rate sebesar 3,8 bed/ d akan menghasilkan kinerja denitrifikasi menjadi baik sehingga nitrogen efluen akan baik ( <1,0 g/m3 ) dengan waktu yang dibutuhkan selama 13 jam.

      3. Thiobacillus ferrooxidans dan Bacillus subtilis. Thiobacillus ferrooxidans
      Digunakan untuk membersihkan limbah logam berat . Pseudomonas flurescens untuk mengambil logam berat yang mencemari tanah. Selanjutnya logam yang telah terserap tanaman dapat dipanen dan dibakar untuk memisahkan logam beratnya.

      4. Pseudomonas putida mampu mengkonsumsi hidrokarbon yang merupakan bagian utama dari minyak bumi dan bensin. Gen yang mengkode enzim pengurai hidrokarbon terdapat pada plasmid. Bakteri yang mengandung plasmid rekombinan dikultur dalam jerami dan dikeringkan. Jerami berongga yang telah berisi kultur bakteri kering dapat disimpan dan digunakan jika diperlukan. Pada serat jerami ditaburkan di atas tumpahan minyak, mula-mula jerami akan menyerap minyak dan bakteri akan menguraikan tumpahan minyak itu menjadi senyawa yang tidak berbahaya dan tidak menimbulkan polusi. Bakteri ini juga digunakan untuk membersihkan limbah minyak (lemak) di pabrik-pabrik pengolahan daging. Kemampuan bakteri menguraikan minyak juga dimanfaatkan untuk membersihkan pipa-pipa yang salurannya sering mengalami penyumbatan oleh minyak (lemak) pada pabrik pengolahan daging tersebut.

      5. Aspergillus fischeri dan Paecilomyces sp. : mampu merombak polimer plastik.
      Aspergillus niger, A. Versicolor, Clasdosporium sp., Fusarium sp., Penicillium sp., Trichoderma sp., Verticillium sp., dan khamir Zygosaccharomyces drosophilae, Saccharomyces cerevisiae, serta bakteri Pseudomonas aeruginosa, Brevibacterium sp., dan actynomycetes Streptomyces rubrireticuli. : mikroba yang mampu merombak dan menggunakan sumber C dari plsticizers
      SUMBER : http://andre4088.blogspot.com/2012/12/peran-mikroba-dalam-pengolahan-limbah_19.html
      MIKROORGANISME YANG DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK PERTAMBANGAN :
      Mikroorganisme digunakan dalam berbagai bidang perminyakan dan pertambangan. Dalam bidang perminyakan berperan dalam pembentukan minyak, eksplorasi minyak, dan pembersihan ceceran minyak. Selain itu beberapa jenis bakteri dapat dimanfaatkan dalam pemisahan logam dari bijihnya. Contohnya adalah Thiobacillus ferooxidans. Bakteri ini tumbuh dalam lingkungan asam, seperti tempat pertambangan dan mampu memisahkan tembaga-tembaga dari bijinya melalui reaksi kimia. Strain yang lain mampu memisahkan logam besi dari bijihnya (besi sulfida). Chlorella vulgaris juga dapat melepaskan emas dari bijihnya dan mengakumulasi emas itu di dalam selnya. Jenis bakteri yang lain telah digunakan untuk memperoleh kembali beberapa bijih logam seperti mangan (Mn) dan uranium yang terdapat pada konsentrasi rendah pada bijih.
      http://beedgo.blogspot.com/2012/07/mikroorganisme-untuk-industri.html

    • PERIN DIANA EPRIDA
      125100318113004
      TIP UB KEDIRI

      MIKROORGANISME YANG DAPAT MENGATASI MASALAH LIMBAH :
      1. Bakteri dari kelompok Coryneform dan Arthrobacter sp
      Digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung PCP (parachlorophenol) dengan metode bioaugmentasi. Bioaugmentasi adalah penambahan suplemen mikroorganisme teraklimatisasi yang dapat menghasilkan kinerja pengolahan limbah yang lebih baik. PCP secara alami mampu mnghambat pertumbuhan mikroorganisme indigenous (bakteri yang telah ada dalam limbah) kecuali pada bakteri yang telah teraklimatisasi tersebut maka pertumbuhan bakteri indigenous menjadi lebih baik sehingga proses dekomposisi limbah secara alami lebih baik. Agar kinerja sistem bioaugmentasi ini lebih baik perlu ditambahkan sumber karbon tambahan.

      2. Alcaligens faecalis, Bacillus lichemiformis, Pseudomonas denitrifikasi, Pseudomonas stutzeri, micrococcus denitrificans dan Thiobacillus denitrificans.
      Bakteri-bakteri ini digunakan untuk mengubah nitrat menjadi nitrogen bebas yang tidak berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Denitrifikasi ini dapat terjadi dalam filter pasir aliran ke atas (moving bed upflow sand filter) maupun filter pasir ke bawah (moving bed down flow sand filter). Penambahan etanol sebagai sumber karbon tambahan sebanyak 3,3 – 3,5g CH3OH/g NO3-Neq dengan hydraulic loading rate sebesar 10 m/jam serta sand turnover rate sebesar 3,8 bed/ d akan menghasilkan kinerja denitrifikasi menjadi baik sehingga nitrogen efluen akan baik ( <1,0 g/m3 ) dengan waktu yang dibutuhkan selama 13 jam.

      3. Thiobacillus ferrooxidans dan Bacillus subtilis. Thiobacillus ferrooxidans
      Digunakan untuk membersihkan limbah logam berat . Pseudomonas flurescens untuk mengambil logam berat yang mencemari tanah. Selanjutnya logam yang telah terserap tanaman dapat dipanen dan dibakar untuk memisahkan logam beratnya.

      4. Pseudomonas putida mampu mengkonsumsi hidrokarbon yang merupakan bagian utama dari minyak bumi dan bensin. Gen yang mengkode enzim pengurai hidrokarbon terdapat pada plasmid. Bakteri yang mengandung plasmid rekombinan dikultur dalam jerami dan dikeringkan. Jerami berongga yang telah berisi kultur bakteri kering dapat disimpan dan digunakan jika diperlukan. Pada serat jerami ditaburkan di atas tumpahan minyak, mula-mula jerami akan menyerap minyak dan bakteri akan menguraikan tumpahan minyak itu menjadi senyawa yang tidak berbahaya dan tidak menimbulkan polusi. Bakteri ini juga digunakan untuk membersihkan limbah minyak (lemak) di pabrik-pabrik pengolahan daging. Kemampuan bakteri menguraikan minyak juga dimanfaatkan untuk membersihkan pipa-pipa yang salurannya sering mengalami penyumbatan oleh minyak (lemak) pada pabrik pengolahan daging tersebut.

      5. Aspergillus fischeri dan Paecilomyces sp. : mampu merombak polimer plastik.
      Aspergillus niger, A. Versicolor, Clasdosporium sp., Fusarium sp., Penicillium sp., Trichoderma sp., Verticillium sp., dan khamir Zygosaccharomyces drosophilae, Saccharomyces cerevisiae, serta bakteri Pseudomonas aeruginosa, Brevibacterium sp., dan actynomycetes Streptomyces rubrireticuli. : mikroba yang mampu merombak dan menggunakan sumber C dari plsticizers
      SUMBER : http://andre4088.blogspot.com/2012/12/peran-mikroba-dalam-pengolahan-limbah_19.html
      MIKROORGANISME YANG DAPAT DIMANFAATKAN UNTUK PERTAMBANGAN :
      Mikroorganisme digunakan dalam berbagai bidang perminyakan dan pertambangan. Dalam bidang perminyakan berperan dalam pembentukan minyak, eksplorasi minyak, dan pembersihan ceceran minyak. Selain itu beberapa jenis bakteri dapat dimanfaatkan dalam pemisahan logam dari bijihnya. Contohnya adalah Thiobacillus ferooxidans. Bakteri ini tumbuh dalam lingkungan asam, seperti tempat pertambangan dan mampu memisahkan tembaga-tembaga dari bijinya melalui reaksi kimia. Strain yang lain mampu memisahkan logam besi dari bijihnya (besi sulfida). Chlorella vulgaris juga dapat melepaskan emas dari bijihnya dan mengakumulasi emas itu di dalam selnya. Jenis bakteri yang lain telah digunakan untuk memperoleh kembali beberapa bijih logam seperti mangan (Mn) dan uranium yang terdapat pada konsentrasi rendah pada bijih.
      http://beedgo.blogspot.com/2012/07/mikroorganisme-untuk-industri.html

  11. Perin Diana Eprida berkata:

    Dalam industri ,khamir juga bisa dimanfaatkan dalam pembuatan roti. Pada saat roti dipanggang ,apakah khamir tersebut rusak ? jelaskan

  12. Perin Diana Eprida berkata:

    Dalam industri ,khamir juga bisa dimanfaatkan dalam pembuatan roti. Pada saat roti dipanggang ,apakah khamir tersebut rusak ? jelaskan

    Nama : PERIN DIANA EPRIDA
    NIM : 125100318113004
    KLAS : TIP UB KEDIRI

  13. SAMSUL ARIFIN KELAS F (125100301111032) berkata:

    Apa perbedaan kapang dengan khamir dan jamur? bagamaina cara membedakannya?

  14. SAMSUL ARIFIN KELAS F (125100301111032) berkata:

    Apa perbedaan jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi? jelaskan!

    • Abriana Trisna berkata:

      ABRIANA TRISNA S.
      125100318113003
      TIP – KEDIRI

      Perbedaan jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi dapat dilihat dalam 5 aspek. Yang pertama yaitu tentang struktur sel. Di dalam jamur, sel bersifat eukariotik, dinding sel mengandung kitin dan tidak memiliki klorofil. Di tumbuhan tinggi tidak ada struktur selnya. Yang kedua mengenai struktur tubuh. Di dalam tumbuhan tinggi struktur tubuhnya terbentuk dari kumpulan sel yang membentuk jaringan, kemudian berbagai jaringan tersebut membentuk organ seperti akar, batang dan daun. Dalam aspek cara memperoleh makanan, jamur dapat mengisap zat organic dari lingkungan sekitar (heterotroph) secara parasit, saprofit, dan simbiosis. Proses pembiakan tumbuhan tinggi dengan biji. Biji terbentuk melalui pembuahan (peleburan sel telur dan sperma) yang terjadi di dalam bakal biji.
      Sumber : http://urbocharge.wordpress.com/2012/12/01/perbandingan-jamur-dengan-tumbuhan-tinggi/

    • Perbedaan jamur dengan tumbuhan tinggi (kingdom plantae) antara lain tubuh jamur berupa talus (tubuh sederhana yang tidak mempunyai akar, batang dan daun) sedangkan tumbuhan sudah mempunyai akar, batang dan daun. Selain itu, jamur tidak berklorofil sehingga tidak membutuhkan cahaya matahari untuk menghasilkan makanan. Jamur bersifat heterotrof saprofit atau heterotrof parasit. Sedangkan tumbuhan memiliki klorofil sehingga bersifat fotoautotrof, yaitu mampu membuat makanannya sendiri dengan bantuan cahaya matahari. Jamur memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
      1. Merupakan organisme eukariota yang menghasilkan spora.
      2. Dinding selnya tidak mengandung selulosa, melainkan karbohidrat kompleks (termasuk kitin)
      3. Tidak memiliki flagella dalam daur hidupnya.

      Tjitrosoepomo, Gembong. 2005. Taksonomi Tumbuhan (Schizophyta, Thallophyta, Bryophyta, dan Pteridhophyta). Yogyakarta : Gajah Mada
      http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur

  15. Yepi Adellya Fitri R, NIM : 125100307111018, biondustri kelas S berkata:

    jika 2 jenis bakteri yang berbeda spesies di satukan dalam sebuah media, apakah mereka akan saling melumpuhkan ataukah akan menyatu menjadi lebih baik? apa saja bakteri yang dapat saling menguntungkan jika digunakan bersama dan apa alasannya?

    • ptp2007 berkata:

      banyak proses lebih baik dilakukan jika digunakan lebih dari satu mikroorganisme. pembuatan yogurt membutuhkan dua spesies bakteri. tape membutuhkan sedikitnya 3 mikroorganisme begitu juga kecap

  16. NURIA RAHMATIN berkata:

    NURIA RAHMATIN
    125100300111036
    kelas F TIP Malang

    Bagaimana proses pembentukan asam glukonat oleh mikroorganisme? Dan mikroorganisme yang apa (bakteri, yeast ataukah jamur) yang dapat menghasilkan produk tersebut? Terima kasih!

  17. NURIA RAHMATIN berkata:

    NURIA RAHMATIN
    125100300111036
    kelas F TIP Malang

    Dalam industri wine, telah menjadi rahasia umum bahwa semakin lama proses pemeraman wine maka rasanya akan semakin enak dan harganya akan semakin mahal pula. Melihat keadaan tersebut, menurut Anda apakah ada cara untuk mempercepat proses fermentasi? jika ada bagaimanakah caranya?

    • NURIA RAHMATIN berkata:

      jika tidak ada, sertai dengan alasan yang jelas. Terima kasih!

    • Amelia Wima Dewantari (115100700111034) kelas : I berkata:

      Nama : Amelia Wima Dewantari
      NIM : 115100700111034
      Kelas : I
      Faktanya kebanyakan wine yang beredar dipasaran justru lebih baik dikonsumsi saat masih muda dan fresh. Untuk menyadari hal itu, kita harus mengerti bahwa wine memiliki siklus hidup yang dimulai saat wine tersebut dibotolkan hingga wine tersebut dianggap mati. Wine tidak memiliki keabadian ada saat dimana wine akan kehilangan seluruh pesonanya. Memang ada wine yang bisa disimpan sangat lama, bahkan mencapai puluhan tahun. Namun pada akhirnya wine tersebutpun akan mati, jadi tidak sepenuhnya benar jika ada yang mengatakan bahwa semakin lama disimpan wine akan menjadi semakin baik. Kekecewaan akan muncul dari ketidak mengertian akan hal ini karena wine yang tidak perlu disimpan lama justru akan kehilangan banyak rasa, aroma, dan karakternya jika disimpan terlalu lama. Tren baru dalam teknologi pembuatan wine justru mengarah pada bagaimana membuat wine yang dapat dinikmati sesegra mungkin sehingga konsumen tidak perlu menyiapkan cellar ( tempat khusus untuk menyimpan wine ) dan menunggu waktu yang lama untuk menikmati wine kesukaannya.
      Enak adalah kata yang sangat personal, sangat unik, dan tiap orang memiliki defenisinya sendiri atas kata enak. Memilih wine, jangan sampai pilihan wine yang akan di beli dan dijual didasarkan pada harga yang mahal saja karena belum tentu akan cocok untuk selera. Salah satu hal yang perlu diingat oleh peminum wine adalah untuk membedakan antara wine yang bagus dengan wine yang enak. Wine bagus memenuhi syarat-syarat karakteristik wine bagus, sedangkan enak atau tidaknya sebuah wine, adalah persoalan personal.
      Karakteristik wine yang bagus dapat dilihat dari :
      1.Complexity
      Wine tersebut harus memiliki citarasa dan aroma yang kompleks, tidak hanya fruity aroma saja, tetapi juga tannin, acidity, sweetness, dll.
      2.Memiliki Karakteristik Tambahan
      Wine memiliki tiga karakter , karakter pertama adalah karakter buah anggur itu sendiri, karakter kedua tercipta pada saat fermentasi, karakter ketiga adalah karakter yang dapat dimiliki wine muncul setelah melewati proses ageing.
      3.Balanced
      Hal ini berarti tidak satu pun dari karakter dan citarasa mendominasi.
      4.Elongated aftertaste
      Wine yang rasanya dapat bertahan lama, bahkan setelah kita lama menelannya, adalah wine yang bagus yang biasanya juga dapat melewati proses ageing yang cukup lama.
      Menurut penelitian yang telah banyak dilakukan, konsumsi redwine dalam jumlah yang moderat mampu membantu mengurahi kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan jumlah kolesterol baik (HDL) serta mengurangi dan mencegah penyumbatan dalam pembuluh darah di jantung. Konsumsi red wine dalam jumlah yang moderat secara teratur juga diyakini mampu menurunkan resiko terkena penyakit kardiovaskuler hingga 50 %, ini semua karena adanya senyawa fenolat yang terdiri dari antosianin dan tannin yang merupakan antioksidan kuat, yang banyak terdapat dalam kulit dan biji anggur. Red wine lebih baik dari pada white wine bagi kesehatan jantung, karena proses pembuatan red wine banyak memanfaatkan kulit anggur, sehingga red wine mengandung lebih banyak senyawa fenolat daripada white wine. Berbeda dengan memakan buah anggur segar karena suhu dan ph dalam perut kita tidak dapat secara maksimal mengekstrak senyawa fenolat tersebut. Justru proses fermentasi dan maceration (proses pencelupan kulit dan biji anggur kedalam jus anggur) yang dapat secara optimal mengekstrak antioksidan tersebut dari buah anggur. Konsumsi wine dalam jumlah yang moderat, taip buku dan penelitian memberikan keterangan yang berbeda-beda. Saran paling konservatif adalah 1 gelas per hari dengan asumsi 1 gelas adalah 4 ounces. Saran tersebut didasari oleh banyak asumsi, antara lain berat badan, pola diet harian, kondisi tubuh, dan ras. Minumlah wine dengan penuh tanggung jawab dan bersikap dewasa, wine seharusnya diminum untuk dinikmati, bukan untuk mabuk-mabukan. Mabuk adalah signal bahwa kita telah merusak tubuh kita sendiri. Proses pembuatan wine bisa menggunakan sulfur dioksida jika diperlukan untuk menghindari oksidasi. Penggunaan pengawet ini diatur oleh pemerintah disetiap daerah penghasil wine dan hanya dilakukan jika diperlukan, yang pasti bahan tersebut aman dikonsumsi manusia, kecuali orang yang alergi terhadap zat tersebut. Perkembangan teknologi terkini dalam pembuatan wine juga semakin mengurangi kebutuhan akan sulfit. Sulfit dalam jumlah kecil juga selalu terdapat di dalam wine karena merupakan produk sampingan dari proses fermentasi.

      Sumber :
      http://books.google.co.id/books?id=0mxYfTUkx10C&pg=PA1&lpg=PA1&dq=faktor+rasa+wine+yang+lama+semakin+enak&source=bl&ots=YOYYGief8X&sig=JS17g6Jnvwa5jIdExBfpQ35f39Y&hl=id&sa=X&ei=XmIUuyVGMfPrQeA2YCQCQ&redir_esc=y#v=onepage&q=faktor%20rasa%20wine%20yang%20lama%20semakin%20enak&f=false
      http://joshlovewine.blogspot.com/

  18. I PUTU DODY ARISANA / 125100318113007 / TIP UB KEDIRI berkata:

    Nama : I PUTU DODY ARISANA
    Nim : 12510318113007
    Kelas : TIP UB Kampus IV – Kediri

    Apakah selalu di dalam jamur beracun memiliki kandungan negatif bagi tubuh manusia ?
    Dan apakah di dalam jamur beracun tersebut mempunyai beberapa kandungan yang baik dan bisa sebagai pemenuhan nutrisi tubuh manusia ?

  19. Dian Nur Effendi / 125100318113002 / TIP-UB KEDIRI berkata:

    Bagaimana cara pengembangan bioreaktor untuk fermentasi substrat padat maupun cair dalam bioteknologi ?

  20. Hendrix Dwi Bimantara berkata:

    HENDRIX DWI BIMANTARA
    125100318113008
    UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS 4 KEDIRI

    Pada saat kita memiliki nasi sisa, biasanya kita tidak serta merta membuangnya. terkadang beberapa orang mengeringkannya untuk pakan ternak dalam hal ini biasanya ayam. pertanyaannya, bila saat proses pengeringan nasi tersebut terkena air, maka akan muncul sesuatu yang berwarna orange, apakah itu adalah jamur?
    Bila itu adalah jamur, apakah jamur tersebut sama dengan jamur untuk pembuatan oncom (Neurospora sitophila)? melihat keduanya mempunyai warna yang sama.

  21. Afif Royana berkata:

    Nama : Afif Royana
    NIM : 125100318113017
    KLAS : TIP UB KEDIRI
    Apakah di dalam khamir terdapat kandungan negatif jika khamir itu sendiri di konsumsi manusia??

    • ptp2007 berkata:

      komponen yang bersifat negatif umunya adalah asam nukleat… atau histamin bagi yang alergi. tingginya asam nukleat menjadikan khamir tidak langsung dikonsumsi sepertihalnya jamur

  22. Erlina Nur Maharani (125100307111004/ Kelas F) berkata:

    Bagaimana proses terjadinya racun aflatoksin pada jamur Aspergillus?

    • AULIA BAYU YUSHILA 125100318113016 KELAS UB KAMPUS IV KEDIRI berkata:

      NAMA : AULIA BAYU YUSHILA
      NIM : 125100318113016
      KELAS TIP UB KEDIRI
      Aflatoksin adalah senyawa racun/toksin yang dihasilkan oleh metabolit sekunder kapang/jamur Aspergillus flavus dan A.parasiticus. Aflatoksi merupakan segolongan mikotoksin (racun/toksin yang berasal dari fungi/kapang/jamur)yang sangat mematikan dan karsinogenik (pemicu kanker) bagi manusia dan hewan. tingginya kandungan aflatoksin pada makanan/pakan akan berbuntut keracunan dan berakibat kematian, hal ini menjadi tantangan bagi kita semua. Kondisi iklim indonesia, tropis hal ini membuat tingkat kelembaban yang tinggi sehingga kendisi tersebut sangat cocok untuk pertumbuhan kapang/jamur. Kapang ini biasanya ditemukan pada bahan pangan/pakan yang mengalami proses pelapukan (Diener dan Davis 1969), antara biji kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah, dan bunga matahari), rempah-rempah (seperti ketumbar, lada, jahe, serta kunyit) dan serealia (seperti padi, gandum, sorgum dan jagung)
      Pertumbuhan aflatoksin dipacu oleh kondisi lingkungan dan iklim, seperti kelembapan, suhu, dan curah hujan yang tinggi. Kondisi seperti itu biasanya ditemui di negara tropis seperti Indonesia. Senyawa aflatoksin terdiri atas beberapa jenis, yaitu B1, B2, Gl, dan G2, namun yang paling dominan dan mempunyai sifat racun yang tinggi dan berbahaya adalah aflatoksin B1 (Diener dan Davis 1969). Aflatoksin dapat mencemari kacang tanah, jagung, dan hasil olahannya, serta pakan ternak. Hewan ternak yang mengonsumsi pakan tercemar aflatoksin akan meninggalkan residu aflatoksin dan metabolitnya pada produk ternak seperti daging, telur, dan susu. Hal tersebut menjadi salah satu sumber paparan aflatoksin pada manusia. Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memberikan standart kadar aflatoksin dalam pakan untuk ternak berdasarkan maksimal 50 ppb (part per bilion). struktur kimia aflatoksin terlihat pada gambar.
      Aflatoksin ialah sejenis racun yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus
      dan penicillium. Racun inibanyak terdapat pada bahan makanan yang dikontaminiasi
      oleh jamur tersebut. Aflatoksin tidak menyebabkan keracunan secara akut tetapi
      secara kronik dapat menimbulkan kelainan hati pada binatang dan manusia. Sifat
      khas aflatoksin ialah menunjukkan fluoresensi jika terkena sinar ultraviolet dan sifat
      khas ini dipakai dalam penentuan kadar kwantitatif maupun kwalitatif.
      Aflatoksin dapat dibagi dalam jenis B1, B2, G1 dan G2, M1 dan M2. Aflatoksin jenis
      B2 yang paling toksik. Jenis aflatoksin M1 dan M2 banyak ditemukan dalam susu dan
      kacang yang berjamur.

      Aflatoksin banyak ditemukan dalam makanan misalnya : susu, kacang tanah,
      oncom, tembakau, minyak kacang dan jamu-jamuan di duga mengandung aflatoksin
      tersebut. Penyimpananm lama menyebabkan kerusakan pada bahan makanan
      tersebut oleh mikroorganisme dan jamur yang dapat menghasilkan aflatoksin.

      Cara penyimpanan bahan makanan yang terdapat di Indonesia dewasa ini
      belum dapat mencegah kontaminasi jamur atas bahan manakan tersebut. Bahaya
      aflatoksin terhadap manusia seperti telah disebutkan diatas ialah menyebabkan
      kelainan pada hati yang dapat berupa :

      1. Serosis hepatis.
      Robinson (1967) melaporkan bahwa urine anak yangmenderita serosis hepatis
      menunjukkan adanya aflatoksin yang diduga jenis B1. Keracunan aflatoksin ini
      dapat pula terjadi atas bayi yang sedang menyusu. Hal ini disebabkan karena
      aflatoksin didapat oleh bayi melalui air susu ibu.

      2. Karsinoma hepatis primer.
      Telah didapatkan hubungan karsinoma hepatis primer dengan aflatoksin. Pada
      kasus karsinoma hepatis primer telah diselidiki bahwa penderita dalam jangka
      waktu tertentu telah memakan makanan yang diduga sangat mungkin
      terkontaminasi jamur yan menghasilkan aflatoksin. Hubungan aflatoksin dengan

      3. Keracunan akut (aflatoksikosis), dengan gejala mual, muntah, kerusakan hati hingga kematian pada kasus serius
      4. Perkembangan anak dan pertumbuhan janin terganggu
      5.Metabolisme protein terganggu
      6.Kanker hati (Hepatocellular carcinoma (HCC) )

      DAFTAR PUSTAKA
      http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3522/3/gizi-murniati.pdf.txt
      http://mulyadiveterinary.wordpress.com/2011/05/21/85/

  23. Bagaimana proses enzime hidrolitik sehingga bisa membantu proses pangan dan non pangan ??

  24. Hendrix Dwi Bimantara berkata:

    Bagaimana penjelasan tentang Khamir yang dapat merusak daging? apakah bentuk kerusakan daging tersebut adalah kebusukan?

    • ptp2007 berkata:

      khamir banyak menyerang produk daging ataupun hasil laut seperti udang. proses pengawetan untuk bakteri seringkali tidak menangkal khamir. khamir menyebabkan kerusakan oleh aktivitas metabolitnya yang merusaka bahan seperti karbohidrat, protein, lechitin dan juga trigliserida

  25. Hendrix Dwi Bimantara berkata:

    Hendrix Dwi Bimantara
    125100318113008
    UNIVERSITAS BRAWIJAYA KAMPUS 4 KEDIRI

    Ada beberapa bakteri yang dapat bertahan hidup di daerah yang mengandung kadar garam rendah dan tinggi. Bila dapat bertahan dalam kondisi kadar garam yang tinggi, berarti kemungkinan bakteri tersebut hidup di dalam laut. pada proses pengawetan ikan menggunakan garam (ikan asin) apakah bakteri tersebut dapat bertahan? Jika iya, maka apa yang harus dilakukan untuk setidaknya mengurangi jumlah bakteri yang tahan dengan kadar garam tinggi agar ikan yang diawetkan menggunakan garam dapat terjaga dari kebusukan?

    • ptp2007 berkata:

      bakteri halofil dapat tahan pada kadar garam hingga 25 % namun harus diperhatikan ada tidaknya air. dalam produk kering seperti ikan asin, maka yg jadi pembatas bukan kadar garamnya tapi aw

  26. Reny Nurul Utami berkata:

    Pada piring yang sudah dicuci masih tertinggal salmonela, nah bagaimana cara meminimalisasi salmonela itu? apa harus difiksasi dahulu? bagaimana kalau piring yang digunakan adalah non kaca? sedangkan kita makan setidaknya 2-3 kali sehari. Kalau terus-terusan salmonela masuk ke dalam tubuh, bukankah akan berbahaya bagi kita. Mohon bisa dibantu untuk menjawabnya, terimakasih ..

    Kelas P
    115100301111037

    • Anik Nur Habyba/115100713111005/Kelas S berkata:

      Sebelumnya Salmonella sp. merupakan bakteri berbahaya yang dikeluarkan dari saluran pencernaan hewan dan manusia bersama dengan feses. Oleh karena itu, produk yang berasal dari peternakan rentan terkontaminasi Salmonella sp. Masih terdapatnya salmonella pada piring yang selesai dicuci kemungkinan disebabkan karena sabun cuci piring yang digunakan tidak mampu mematikan keseluruhan bakteri tersebut. Salmonella dianggap tidak tahan panas yang berarti bahwa dianggap sensitif terhadap suhu tinggi. Namun, suhu 185 derajat Fahrenheit pencuci piring ” yang minimal efektif dalam menghilangkan kontaminasi Salmonella”. Namun suhu air keran di dapur kebanyakan perumahan adalah antara 86 dan 104 derajat Fahrenheit. Sehingga hal ini menjadi salah satu penyebabnya masih adanya salmonella pada piring yang sudah dicuci.
      Selain itu, dalam sebuah studi mengenai kebersihan dapur di Singapura terungkap bahwa 88 persen spons pencuci piring yang dites mengandung bakteri salmonella dan Escherichia coli (E.coli). Pemakaian spons berulang kali untuk membersihkan alat makan, bahkan mencuci sink (tempat cuci piring), menyebabkan spons menjadi tempat yang nyaman bagi berkumpulnya kuman. Para ahli merekomendasikan agar spons diganti setiap dua minggu sekali.Selain mengganti secara berkala, dianjurkan juga untuk mengeringkan spons di bawah sinar matahari atau dalam microwave setelah tidak dipakai lagi.
      Sehingga untuk meminimasi keberadaan salmonella dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu penggunaan sabun cuci piring yang sudah teruji, pengaturan suhu air yang digunakan misalnya penggunaan air hangat dalam mencuci, dan juga menjaga kesterilan alat-alat yang digunakan untuk mencuci, salah satunya penggunaan spons. untuk penggunaan piring kaca lebih baik apabila menggunakkan perlatan non kaca, lebih baik untuk menggunakan bahan piring yang tahan panas. sehingga dalam pencucian menggunakan air panas tidak akan merusak piring.
      sumber :
      http://www.pustaka.litbang.deptan.go.id/bptpi/lengkap/IPTANA/fullteks/Balittan95/Pros60.pdf
      http://ftp.pustaka-deptan.go.id/publikasi/p3293103.pdf
      http://id.manyknow.com/1/penyakit-dan-kondisi/article-925.html
      http://health.kompas.com/read/2011/11/26/09080734/Spons.Pencuci.Piring.Bisa.Bawa.Penyakit

  27. Hendrix Dwi Bimantara berkata:

    Spora ascomycetes adalah ragi roti yang digunakan untuk mengembangkan roti. pada proses pengembangan roti tersebut dengan produksi karbondioksida. Apakah pada saat kita mengkonsumsi roti berarti kita juga mengkonsumsi karbondioksida tersebut? Atau karbondioksida tersebut sudah rusak atau menjadi senyawa lain hingga tidak berpengaruh terhadap tubuh pada saat proses pemanggangan roti?

    HENDRIX DWI BIMANTARA
    125100318113008
    TIP UB KAMPUS 4 KEDIRI

  28. zoelmahmud berkata:

    Ada seorang peneliti ingin mengisolasi jamur yang mempunyai aktivitas selulase. menurut literatur aktivitas selulase tertinggi terjadi pada fase log. Bagaimana cara peneliti menentukan fase log? Faktor2 lingkungan apa saja yang harus diperhatikan dalam peneliti tersebut?

    MOH. FAIZUL MUTTAQIN
    115100300111015
    KELAS S

  29. SYIFA' ROBBANI berkata:

    Manakah yang paling bahaya antara virus dan bakteri?
    sebutkan studi kasus tentang contoh paling bahaya anata keduanya (virus dan bakteri)?

  30. nasrul berkata:

    nasrullah jamaluddin
    115101013111001
    kelas C
    bagaimana mikroorganisme dapat mempengarui perkembangan penerapan bioindustri dalam skala besar ?

  31. Ari achniati berkata:

    ARI ACHNIATI
    115101001111020
    Seandainya dalam pembuatan suatu produk,bakteri atau jamur yang akan digunakan tidak sesuai dengan ketentuannya,
    misal pembuatan Yoghurt menggunakan bakteri Streptococcus lactis dan Leuconostoc cremois (padahal bakteri tersebut seharusnya digunakan pada pembuatan mentega),
    kira-kira bisa apa tidak,seandainya bisa. Apakah ada pengaruh buruk terhadap produk??

  32. Qanit berkata:

    QANITATUL AFIFAH
    125100301111079

    saya pernah mendengar bahwa mikroba dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. sistem kerjanya adalah semisal ingin ditanam tanaman buah naga di lahan yang sangat tandus, selanjutnya akan diperkirakan akar dari tanaman buah naga tersebut nantinya akan tumbuh seberapa panjang sehingga dapat ditentukan jumlah pemberian pupuk tersebut. pupuk tersebut nantinya akan menyuburkan daerah sekeliling tanaman buah naga (daerah dalam lahan yang tidak ada tanaman buah naga akan tetap tandus). yang ingin saya tanyakan, apa nama mikroba tersebut? dan bagaimana cara kerja mikroba tersebut sehingga dapat menyuburkan daerah tertentu saja ? adakah faktor-faktor lain yang dapat menghambat kinerja dari mikroba tersebut ?
    terima kasih

  33. Desy Himmatul Izze \ 115101013111002 \ S berkata:

    Manakah yang paling bahaya antara virus dan bakteri?
    sebutkan studi kasus tentang contoh paling bahaya anata keduanya (virus dan bakteri)?

    jawaban : Pada dasarnya tidak ada yang lebih berbahaya antara virus dan bakteri, tergantung kasus masing-masing. dan menurut saya, virus lebih berbahaya dari pada bakteri. Kenapa? karena struktur virus yang sederhana (hanya terdiri atas asam inti dan protein) dan mampu mengendalikan sel inang hanya dengan asam nukleat (DNA/RNA) yang dimilikinya, ini membuat virus hanya bisa dimusnahkan dengan substansi yang mampu memusnahkan DNA/RNA yang dimilikinya. JIka tidak atau hanya sebagian saja dari fragmen DNA/RNAnya, apalagi menyisakan susunan gen yang masih membawa sifat virulesnsinya, virus tsb masih memiliki kemampuan untuk menyerang atau tinggal (menyatu) dengan DNA/RNA inangnya.

    Hal ini jauh lebih rumit dibandingkan pemusnahan bakteri, yang sekalipun juga sangat berbahaya untuk jenis-jenis tertentu, bakteri akan lebih mudah kehilangan stabilitasnya jika kita mampu menghancurkan pelindung-pelindung selnya (kapsul, endospora, ataupun dinding selnya), tidak perlu harus menghancurkan asam nukleatnya. Berbeda dg virus, tanpa pelindung selnya, bakteri tidak akan mampu menyerang inang atau melakukan aktivitas hidupnya (termasuk mengendalikan sel inang)
    Contohnya : Virus HIV dapat menyebabkan kematian ,Bakteri meningitis juga dapat menyebabkan kematian , virus Ebola di Afrika , virus Influenza. virus ini hanya bisa di lemahkan dengan antibiotik, untuk selanjutnya antibodi badan sendiri yang melawannya. Disamping itu, virus influenza biasa, masa hidupnya paling-paling 2 minggu, jadi orang sakit flu (flu biasa) paling lama adalah 2 minggu juga .

    http://health.detik.com/read/2013/11/12/164314/2410879/763/ini-proses-virus-hiv-berkembang-biak-dan-merusak-sistem-kekebalan-tubuh
    http://id.wikipedia.org/wiki/Virus#Struktur_dan_anatomi_virus
    http://areasehat.wordpress.com/biodata/dr-kemas-r-kurniawan/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s